Sang pemburu belantara hutan - VERO CHANDRA


Pagi menyeringai di pelupuk timur 
Memecahkan keheningan malam
Pergantian yang begitu cepat

Lelaki rentah setengah abad mulai menyiapkan sebilah tas
Sepucuk golok dan sepasang sepatu
Bersiap menjelajah hutan belantara
Perangkap-perangkap yang terpasang
Merupakan pengharapan rezeki hari ini

Rokok di temani segelas kopi
Sarapan pagi yang mewah bagi seorang yang bergantung rezeki kepada alam dan keberuntungan
Tak luput do'a keluarga di kampung, berharap mendapatkan rezeki cukup untuk menghidupi anak dan istri di rumah

"Semoga saja ada nyangkut di perangkap ku hari ini"

Merantau bukanlah kehendak
Tetapi keadaan kota yang mendesak akan ijazah walau kuli bangunan sekali pun
Terpaksa adalah kewajiban yang harus di jalani
Anak, istri serta keluarga harus di beri nafkah untuk hidup

Tak ada kata mengeluh 
Hanya kata-kata motivasi yang terlontarkan dari mulut orang tua itu :
"Mau hidup bagaimana pun kalau tak ada usaha, anda tak akan hidup lama
;belajarlah dari pengalaman 
;ambil hikmah dari kegagalan
;syukuri apapun yang di dapat hari ini
;berdoa serta mendekatlah kepada sang pencipta"


Nagan raya, 27 desember 2018

(Pak slamet, seorang lelaki tua yang berasal dari jawa merantau ke aceh demi menafkahi anak istri di jawa)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa aku harus?